Fakta dan Misteri Goa Jepang Bandung

Goa Jepang Bandung adalah satu Goa yang dibangun di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, tepatnya di Bandung Barat. Goa ini pertama kali di bangun pada tahun 1942 saat Jepang menguasai negara ini dan di bantu oleh pekerja paksa Jepang asal Indonesia yang di sebut Romusha. Goa yang pembangunannya belum selesai tersebut menyimpan beberapa misteri Goa Jepang yang sangat berbeda dengan Goa pada umumnya.

Ukuran dari goa ini terbilang cukup besar dan membuat setiap orang yang mengunjungi tempat tersebut akan sangat mudah untuk menjelajahi ke dalam. Untuk masuk, Anda perlu menyiapkan senter karena sama sekali tidak ada penerangan. Namun banyak persewaan senter yang bisa kamu dapatkan, dengan mengeluarkan uang Rp 3.000 sudah bisa menyewa senter selama mengunjungi tempat ini. Berikut ini beberapa misteri Goa Jepang yang wajib Anda tahu.

1. Tujuan Pembangunan Goa Jepang Bandung

Salah satu misteri Goa Jepang yang tak banyak diketahui adalah tujuan pembangunannya yaitu untuk memenuhi keperluan gerilyawan karena Jepang mengetahui bahwa sekutu akan tiba di laut selatan dan mendarat di Parangtritis.

2. Bungker Goa Jepang Bandung yang Lengkap

Di dalam Goa setidaknya terdapat 18 buah bungker yang memiliki fungsi masing – masing misalnya sebagai ruang tembak, ruang pengintai, ruang pertemuan, dapur, dan gudang. Goa ini dibuat dengan bahan beton bertulang, semen, dan batu padas yang tersedia sekitar pembangunan. Ketebalan dinding goa sekitar 50 hingga 70 cm.

3. Penamaan Hutan

Pertama kali diresmikan sebenarnya hutan tersebut dinamakan Taman Wisata. Namun setelah Presiden Soeharto menjabat, tepatnya tanggal 14 Januari 1985 taman tersebut berganti nama menjadi Taman Hutan Ir. H. Djuanda. Goa Jepang tersebut terletak sekitar 300 meter setelah masuk gerbang utama taman.

4. Jalan yang Membingungkan Menuju Goa Jepang Bandung

Saat memasuki tempat ini, Anda akan merasakan lembab dan gelap. Namun dengan ukuran Goa yang sangat besar dan dilengkapi dengan ventilasi udara di setiap sudut membuat udara mudah keluar masuk Goa sehingga tidak akan terasa pengap. Namun lorong – lorong yang sangat panjang tersebut akan membuat Anda merasa kebingungan apabila baru datang pertama kali.

Di dalam Goa terdapat empat buah lorong yang konon lorong kedua dan ketiga merupakan lorong jebakan untuk menjebak para sekutu apabila berhasil masuk ke kawasan tentara Penjajah jepang.

5. Goa yang Masih Alami Tanpa Mengalami Perubahan

Sejak dibangunnya Goa pada tahun 1942, hingga saat ini meskipun telah menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi warga sekitar atau wisatawan dari kota lainnya, Goa ini masih belum sama sekali mengalami renovasi fisik. Hal ini menandakan bahwa kokohnya bangunan tersebut.

6. Gudang Amunisi di Goa Jepang Bandung

Goa yang pembangunannya terhenti tersebut juga sangat cocok dijadikan sebagai gudang penyimpanan amunisi dan pos pengintai untuk melihat gerak – gerik musuh yang akan memasuki wilayah mereka.

7. Pembangunan Goa Jepang Bandung Menelan Banyak Korban

Dikabarkan banyak sekali korban yang berjatuhan sejak pertama kali tempat ini dibangun. Jepang telah mempekerjakan orang Indonesia tanpa memikirkan kesehatan mereka. Mereka dipaksa untuk bekerja tanpa henti. Tak jarang pula mereka tidak mendapatkan jatah makan. Banyak di antara mereka yang meninggal karena kelaparan dan kelelahan karena setiap hari bekerja tanpa henti.

8. Fenomena Ghaib di Goa Jepang Bandung

Banyak orang Indonesia yang meninggal karena pembangunan Goa ini akibat perlakuan tentara Jepang yang mempekerjakannya secara tidak manusiawi. Konon di tempat ini juga mempunyai cerita mistis yang sangat mengerikan.

Meskipun tempat ini menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi dan menjadi tempat selfie kalangan muda, mulai dari pelataran Goa hingga ruangan – ruangan yang ada didalamnya sering terjadi fenomena ghaib yang dapat di rasakan beberapa pengunjung. Mulai dari suara – suara misterius hingga penampakan hantu yang sangat menakutkan.

Demikian informasi tentang Goa Jepang Bandung. Tempat ini memang cocok digunakan tempat wisata, dan malam harinya bisa digunakan sebagai ajang uji nyali bagi Anda yang tertarik dengan dunia mistis. Untuk memasuki kawasan ini Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 7.000 per orang dan parkir sepeda motor Rp 5.000.

 

sumber : www.vonvon.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *